Tugas Softskill

thank's for everythink have you given God . .


4EB06

Materi : Konsekuensi dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama.

Anggota Kelompok :

1. Abdul rahim sangadji 20208010

2. Adittia Kusumadiyanto 20208039

3. Dedy Setia Putra 20208317

4. Rayhan Kalammullah 20208007

Dari kasus tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa didalam kementrian keuangan terdapat beberapa oknum yang melakukan kecurangan sehingga pihak kementrian keuangan akan melaporkan oknum tersebut ke pihak KPK untuk diusut dan diselidiki lebih lanjut.

Kecuranga yang dilakukan adalah membantu kasus suap dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah, oknum tersebut mendapat sejumlah uang dari penadah bocoran dokumen tender yang akan dijual kepada para kontraktor yang akan mengikuti seleksi tender proyek tersebut.

Dalam kasus ini juga dapat dikatakan bahwa pegawai kementrian keuangan menyalahgunakan jabatan serta kekuasaanya untuk memperkaya diri sendiri karena mereka telah membocorkan dokumen yang seharusnya masih dirahasiakan dan belum boleh di publikasikan ke masyarakat umum.


Tanggung jawab profesi : “Presiden harus tegas menolak pembangunan tersebut. Kalau ada yang masih ngotot, media harus ambil peran maksimal,” tandas cendikiawan muslim Syafii Maarif dalam keterangan pers di Maarif Institut.

Kepentingan publik : Roy tidak terpengaruh oleh sikap fraksi. Bersama inisiator petisi, dia tetap menggalang penolakan pembangunan gedung baru. “kami sepakat untuk itu,” tegasnya. Selain Roy, mereka yang terabung dalam lima penginisiatif petisi tersebut yaitu Teguh Juwarno (Fraksi partai amanat nasional), Edi Prabowo (Fraksi partai gerindra), Budiman Sujadmiko (Fraksi PDI perjuangan), dan Malik (Fraksi partai kebangkitan bangsa). “Kami bertekat memperjuangankan penolakan (pembangunan gedung baru DPR) sampai berhasil,” katanya. Upaya menginisiasi petisi Penolakan Gedung Baru DPR, menurut dia, berangkat dari nuraninya sebagai wakil rakyat yang kini banyak mempersoalkan masalah tersebut. “Ini suara rakyat”, katanya.

Objektivitas : Sementara itu, penolakan oleh sebagian anggota DPR mulai mendapat reaksi dari fraksi. Fraksi Partai Demokrat, misalnya, mempertimbangkan untuk memberi peringatan kepada anggotanya, Roy Suryo. Bersama beberapa anggota dewan dari fraksi lain, Roy menggalang petisi menolak Gedung Baru DPR. Padahal, Fraksi Partai Demoktrat mendukung rencana tersebut.

Perilaku Profesional : Sedianya, rapat konsultasi dilaksanakan pada selasa (5/4). Namun, rapat yang menurut rencana dihadiri oleh seluruh pimpinan DPR itu batal. Penyebabnya, dua pimpinan DPR yakni wakil ketua DPR Priyo Budi Santoso dari Fraksi Golkar dan Annis Matta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) absen. Ketidakhadiran mereka membuat rapat tidak kuorum. “Rapat konsultasi pimpinan DPR RI hari ini (kemarin) dibatalkan dan ditunda hingga kamis (7/4), karena tidak semua pimpinan DPR RI hadir,” kata Marzuki. Marzuki menjelaskan, Priyo Budi Santoso izin karena ada pertemuan dengan mantan ketua umum partai golkar Jusuf Kalla, sedangkan Anis Matta tidak memberikan kabar. “Karena pimpinan DPR RI sepakat kolektif kolegial dalam pengambillan keputusan, maka dengan tidak hadirnya dua orang pimpinan, rapat konsultasi pimpinan DPR RI dibatalkan,” kata Marzuki. Marzuki berharap, pada kamis (7/4) mendatang seluruh pimpinan DPR RI bisa hadir, sehingga rapat konsultasi pimpinan DPR RI tidak tertunda lagi. Wakil ketua DPR RI Taufik Kurniawan menambahkan, jika seluruh pimpinan DPR RI hadir pada rapat konsultasi pimpinan, keputusan yang diambil menjadi bulat.

Standar Teknis : Menurut ketua DPR Marzuki Alie, rapat konsultasi pimpinan DPR tidak bisa membatalkan rencana pembangunan gedung baru. Pembangunan senilai Rp. 1,1 Triliun itu hanya bisa dibatalkan oleh rapat paripurna. “rapat kosultasi tidak bisa membtalkan alat kelengkapan, yang bisa batakan rapat paripurna,” kata Marzuki di gedung DPR.